Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda
nurhuda.jpgDr.rer.nat. Muhammad Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Niko Daniar Atmaja
niko.jpgNiko Daniar Atmaja, yang lahir di Klaten pada tanggal 20 Maret 1988 adalah mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, 
Agus Cahyadi

agus.jpgAgus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 

Wahono, dkk

wahono.jpgWahono Handoko, Randy Ariaputra, Han Harrison, Odang Hardiansyah (Bandung). 

Zainul Muttaqin
Zainul.JPGZainul Muttaqin, dan tim Pegawai Rumah Sakit Umum Mataram Nusa Tenggara Barat Zainul dan rekan-rekan
Dr. Yayuk Andayani, M.Si
Yayuk.JPGYayuk Andayani, M.Si bersama dengan Ir. Santi Nururly, MM dan Susi Retno, SE,Ak
Pridana Nasution, S.Si
Pridana.JPGPridana Nasution, S.Si, alumni Jurusan Fisika Universitas Diponegoro
Dr. Arman Djohan Diponegoro

Arman.JPGArman Djohan Diponegoro yang merupakan staff pengajar jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia

Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc

Ari.JPG

Ari Purbayanto, MSc bersama Tim Peneliti Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini9
mod_vvisit_counterKemarin141
mod_vvisit_counterMinggu Lalu265
mod_vvisit_counterBulan ini938
mod_vvisit_counterSemua83094
Sosialisasi Alat Perontok Padi, Obelt Thresher, di Bantul, Yogyakarta

sosialisasi_obelt_thresher_1.jpg

Pada 15 Juli 2010, Inovator alat Obelt Thresher (OT), Niko Daniar, didampingi rekan satu timnya, Putra dan Shohib , mengadakan acara sosialisasi kepada kelompok tani Ngudi Mulyo I di Dusun Sarirejo, Desa Singosaren, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh sekitar 23 petani anggota kelompok dan bertujuan untuk memperkenalkan alat perontok padi OT. Acara juga dihadiri oleh Andy Pradjaputra (Direktur Eksekutif Yayasan Inotek), Giovano Kundono (Staf Program Inotek) dan Rezal Kusumaatmadja (Konsultan The Lemelson Foundation untuk Indonesia).

sosialisasi_obelt_thresher_2.jpg

Acara tersebut dimulai dengan sambutan dari Bapak Martodinomo selaku ketua kelompok tani dan Inotek, dilanjutkan dengan presentasi alat OT yang mencakup latar belakang inovasi, desain dan penyempurnaannya, fungsi alat, cara bekerja, pemutaran video, peragaan dan diskusi. Acara sosialisasi ini mendapat tanggapan positif dari para petani yang dengan antusias mendengarkan presentasi ini, mengajukan pertanyaan dan saran.

 

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepada tim OT diantaranya adalah dimana alat ini dapat dibeli, harga, biaya pengiriman ke lokasi dan perawatan. Beberapa petani langsung menyatakan ketertarikannya untuk membeli alat perontok padi Obelt Thresher ini karena dianggap lebih mudah pengoperasiannya, lebih murah dan menguntungkan karena lebih cepat dan susut gabah yang sedikit. Beberapa anggota lainnya menyampaikan keyakinan mereka akan efisiensi Obelt Thresher dan akan menyampaikan informasi mengenai OT kepada anggota-anggota kelompok tersebut yang berjumlah 40 orang dan para petani di desa-desa sekitarnya.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >