Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda
nurhuda.jpgDr.rer.nat. Muhammad Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Niko Daniar Atmaja
niko.jpgNiko Daniar Atmaja, yang lahir di Klaten pada tanggal 20 Maret 1988 adalah mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, 
Agus Cahyadi

agus.jpgAgus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 

Wahono, dkk

wahono.jpgWahono Handoko, Randy Ariaputra, Han Harrison, Odang Hardiansyah (Bandung). 

Zainul Muttaqin
Zainul.JPGZainul Muttaqin, dan tim Pegawai Rumah Sakit Umum Mataram Nusa Tenggara Barat Zainul dan rekan-rekan
Dr. Yayuk Andayani, M.Si
Yayuk.JPGYayuk Andayani, M.Si bersama dengan Ir. Santi Nururly, MM dan Susi Retno, SE,Ak
Pridana Nasution, S.Si
Pridana.JPGPridana Nasution, S.Si, alumni Jurusan Fisika Universitas Diponegoro
Dr. Arman Djohan Diponegoro

Arman.JPGArman Djohan Diponegoro yang merupakan staff pengajar jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia

Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc

Ari.JPG

Ari Purbayanto, MSc bersama Tim Peneliti Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB

Remember me
Lost Password?
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini19
mod_vvisit_counterKemarin141
mod_vvisit_counterMinggu Lalu275
mod_vvisit_counterBulan ini948
mod_vvisit_counterSemua83105
Zainul Muttaqin
Zainul.JPGZainul Muttaqin, dan tim Pegawai Rumah Sakit Umum Mataram Nusa Tenggara Barat Zainul dan rekan-rekan

menciptakan Test Kit suatu alat untuk mendeteksi adanya Helicobacter Pylori (H. Pylori) yang menyebabkan luka atau tukak (ulcer) pada lambung atau alat pencernaan bagian atas. Alat tersebut berupa kit/test pack untuk men-test adanya antibodi yang muncul dalam darah penderita sebagai reaksi atas adanya infeksi H. Pylori. Alat ini termasuk alat deteksi H. Pylori dengan metode Blood Test Immunocromatrography Test (ICT)

 

test_kit_1.jpg

“TEST KIT HELICOBACTER PYLORI”

Test Kit Untuk Mendeteksi Bakteri Penyebab Luka Lambung / Maag

 

Keunggulan:

 

  1. Harga lebih murah dibanding produk impor
  2. Lebih akurat untuk orang Indonesia karena menggunakan antigen local
  3. Penggunaan mudah (dapat digunakan oleh dokter Puskesmas dan RSUD)
  4. Hasil cepat dan akurat (15 menit)
  5. Kemasan kompak dan tahan lama
  6. Sensitivitas 92.5 % (Produk Impor <60%)
  7. Bisa langsung digunakan tanpa tergantung produk lain.

 

 
< Prev   Next >