Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda
nurhuda.jpgDr.rer.nat. Muhammad Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Niko Daniar Atmaja
niko.jpgNiko Daniar Atmaja, yang lahir di Klaten pada tanggal 20 Maret 1988 adalah mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, 
Agus Cahyadi

agus.jpgAgus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 

Wahono, dkk

wahono.jpgWahono Handoko, Randy Ariaputra, Han Harrison, Odang Hardiansyah (Bandung). 

Zainul Muttaqin
Zainul.JPGZainul Muttaqin, dan tim Pegawai Rumah Sakit Umum Mataram Nusa Tenggara Barat Zainul dan rekan-rekan
Dr. Yayuk Andayani, M.Si
Yayuk.JPGYayuk Andayani, M.Si bersama dengan Ir. Santi Nururly, MM dan Susi Retno, SE,Ak
Pridana Nasution, S.Si
Pridana.JPGPridana Nasution, S.Si, alumni Jurusan Fisika Universitas Diponegoro
Dr. Arman Djohan Diponegoro

Arman.JPGArman Djohan Diponegoro yang merupakan staff pengajar jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia

Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc

Ari.JPG

Ari Purbayanto, MSc bersama Tim Peneliti Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB

Remember me
Lost Password?
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini14
mod_vvisit_counterKemarin141
mod_vvisit_counterMinggu Lalu270
mod_vvisit_counterBulan ini943
mod_vvisit_counterSemua83100
Agus Cahyadi

agus.jpgAgus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 

adalah penemu Alat Pancing Gurita Buatan untuk memudahkan nelayan menangkap gurita tanpa harus merusak terumbu karang dan ekosistem laut lainnya. Saat ini alat untuk menangkap gurita yang umum digunakan adalah alat tangkap clay pots (kendi tanah liat), tombak, dan trap (perangkap). Clay pots dan trap tidak banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia (DKP.1999), dikarenakan kompleksitas di dalam operasi penangkapan. Alat tangkap tombak yang banyak digunakan. Namun kendalanya adalah harus menyelam dengan cara memasukan tombak/pengait ke lubang-lubang karang sehingga tidak sedikit karang yang rusak

 

Pengembangan alat tangkap gurita berupa pancing belum pernah diuji cobakan. Oleh karena itu inovasi ini diarahkan kepada penemuan dan pengembangan alat pancing gurita buatan dengan mengedepankan pendekatan fisiologi gurita melalui indera penglihatan dan respon akustik yang diinderanya.

 

acah_1.jpg

 

“ACAH”

Alat Penangkap Gurita

 

Keunggulan:

  1. Tidak menggunakan umpan
  2. Penggunaannya tidak harus menyelam
  3. Ramah Lingkungan
  4. Tidak merusak karang dan ekosistem lainnya
  5. Baterai tahan lama (1 tahun untuk pemakaian 8 jam per hari)
  6. Mengefektifkan waktu penangkapan
  7. Ukuran dan Berat Gurita yang tertangkap lebih selektif 
 
< Prev   Next >