Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda
nurhuda.jpgDr.rer.nat. Muhammad Nurhuda adalah seorang dosen dan peneliti di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.
Niko Daniar Atmaja
niko.jpgNiko Daniar Atmaja, yang lahir di Klaten pada tanggal 20 Maret 1988 adalah mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, 
Agus Cahyadi

agus.jpgAgus Cahyadi yang merupakan peneliti di Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) 

Wahono, dkk

wahono.jpgWahono Handoko, Randy Ariaputra, Han Harrison, Odang Hardiansyah (Bandung). 

Zainul Muttaqin
Zainul.JPGZainul Muttaqin, dan tim Pegawai Rumah Sakit Umum Mataram Nusa Tenggara Barat Zainul dan rekan-rekan
Dr. Yayuk Andayani, M.Si
Yayuk.JPGYayuk Andayani, M.Si bersama dengan Ir. Santi Nururly, MM dan Susi Retno, SE,Ak
Pridana Nasution, S.Si
Pridana.JPGPridana Nasution, S.Si, alumni Jurusan Fisika Universitas Diponegoro
Dr. Arman Djohan Diponegoro

Arman.JPGArman Djohan Diponegoro yang merupakan staff pengajar jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia

Dr. Ir. Ari Purbayanto, MSc

Ari.JPG

Ari Purbayanto, MSc bersama Tim Peneliti Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan IPB

Remember me
Lost Password?
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini19
mod_vvisit_counterKemarin141
mod_vvisit_counterMinggu Lalu275
mod_vvisit_counterBulan ini948
mod_vvisit_counterSemua83105
Niko Daniar Atmaja
niko.jpgNiko Daniar Atmaja, yang lahir di Klaten pada tanggal 20 Maret 1988 adalah mahasiswa Departemen Teknik Pertanian, 

Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor,bersama timnya yang terdiri atas tiga orang yang juga mahasiswa IPB telah berhasil membuat terobosan baru dalam bidang pertanian, yakni dengan diciptakannya Alat Perontok Padi yang Ringan dan Mobile (O-Belt Thresher). O-Belt Thresher merupakan perpaduan antara alat perontok padi dengan sebuah sepeda sehingga alat ini sangat mudah dipindah-tempatkan.

 

Sumber tenaga alat ini berasal dari kayuhan sepeda yang juga sebagai alat pembawa untuk berpindah tempat. Pada saat alat tidak digunakan, maka sepeda ini berfungsi sebagai alat transportasi sebagimana layaknya sepeda biasa. Dibandingkan dengan metode perontokan padi lainnya yaitu dengan metode “gebot” dan pedal thresher, Alat Perontok Padi O-Belt Thresher memberikan manfaat karena sangat mudah berpindah tempat dan susut perontokan yang lebih kecil sehingga hasil panen petani menjadi lebih baik.

 

obel_tresher_1.jpg

 

“O-Belt Tresher”

Alat Perontok Padi yang Ringan, Mobile dan Terjangkau.

 

Keunggulan:

  1. Ringan
  2. Mobilitas Tinggi
  3. Tidak Memakai Bahan Bakar dan Listrik
  4. Bebas Polusi
  5. Dwi Fungsi (Alat Perontok & Transportasi)
  6. Kapasitas Lebih Besar (88,5 – 90 kg gabah/jam) (Tradisional/Gebot : 34-50 kg/jam)
  7. Susut Perontokan Lebih Kecil (1,24%) (Tradisional/Gebot: 8,9% ; Mesin : 2%)
  8. Dapat digunakan dengan semua jenis sepeda. 
 
< Prev   Next >